Ini Dia 8 Golongan Orang Yang Boleh Menerima Zakat

Zakat adalah praktik yang baik. Ini adalah praktek Maaliyah, artinya adalah praktek yang menggunakan properti dalam pelaksanaannya. Zakat dilaksanakan sesuai dengan tahun kedua Hijriyah dekat waktu datangnya puasa Ramadan. Zakat adalah rukun ketiga dari Islam. Dan ditentukan dengan kewajiban oleh Al-Quran, Sunnah, Ijma dan Qiyas Shahih.

Orang yang memiliki hak untuk menerima Zakat

Orang-orang yang memiliki hak untuk menerima Zakat (Mustahiq) dibagi menjadi 8 kelompok, di sini adalah penjelasan menurut Runimas.

 

Golongan Pertama dan Kedua

Orang fakir dan miskin adalah kelompok yang memiliki apa-apa selain hanya untuk kebutuhan yang cukup. Fakir menurut spesialis Syafi’iyah dan Malikiyah adalah orang-orang yang tidak punya harta atau upaya yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Seperti kebutuhannya, misalnya mereka mendapatkan 10 ribu rupiah setiap hari, tetapi ia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya atau dia tidak dapat memenuhi kebutuhannya kurang dari setengah.

Golongan Ketiga

Amil Zakat, ini adalah orang-orang yang menarik dan mengumpulkan Zakat. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan bagian dari zakat, asalkan itu bukan salah satu dari orang tua Nabi Salallahu “Alayhi Wa Salam.

Golongan Keempat

Qualfatu Quilubumum (orang yang ia ingin melunakkan). Golongnan ini mungkin bisa disebut sebagai Muslim dan tidak setia. Adapun memberikan Zakat untuk orang yang telah masuk ke Islam untuk waktu yang lama dan yang baik untuk Islam, maka itu tidak diberikan dengan benar zakat baginya karena ia tidak lagi orang yang Quilubuhum.

 

Golongan Kelima

Kelompok berikutnya adalah budak dibebaskan. Pelepasan budak termasuk di sini dibagi menjadi beberapa jenis.

  • Pembebasan dari Mukatab, yang berjanji untuk tuannya ingin melepaskan kewajiban untuk membayar pembayaran tertentu
  • Pembebasan budak Muslim
  • Pembebasan tahanan Muslim di tangan orang-orang kafir. [Al Mawsu’ah Al fiqhiyah, 23: 320]

 

Golongan Keenam

Orang yang berhutang. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini adalah orang-orang yang berhutang untuk menguntungkan diri sendiri. Dengan demikian, baik penjamin dan jaminan oleh utang tidak orang yang memiliki besarnya makanan untuk membayar utang.

 

Golongan Ketujuh

Orang-orang yang berjuang di jalan Allah juga orang yang memiliki hak untuk menerima zakat. Menurut mayoritas ulama, ia tidak memerlukan miskin. orang kaya bisa Zakat di lapangan. Karena orang-orang yang berperang di jalan Allah tidak berjuang untuk keuntungan, tetapi juga untuk kepentingan seluruh umat Islam. Jadi, tidak perlu diperlukan oleh orang-orang atau orang-orang miskin.

 

Golongan Kedelapan

Ibnu Sabil, yang adalah orang yang berjalan sekitar ketentuan perjalanan. Apa yang kita dengar di sini adalah orang asing yang tidak bisa kembali ke negaranya. Ia diberi zakat sehingga ia bisa melanjutkan perjalanannya ke negaranya. Tapi Ibnu Sabil tidak diberikan Zakat kecuali memenuhi syarat:

  • Muslim dan tidak termasuk Ahl Bait (keluarga Nabi Salallahu “Alayhi Wa Salam)
  • Jangan harta pada waktu itu sebagai biaya untuk kembali ke negaranya, bahkan jika di negaranya ia adalah orang yang terkena.
  • Safar, apa yang dilakukan bukan safar bermoral [Al Mawsu’ah Al fiqhiyah, 23: 323-324]

About bangnopal_real

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *